ASKEP GGK NIC NOC PDF

Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate.

Author:Arakinos Kazrajind
Country:Paraguay
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):25 December 2008
Pages:193
PDF File Size:5.97 Mb
ePub File Size:16.4 Mb
ISBN:786-7-22310-274-7
Downloads:63794
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dojin



This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore. Words: 35, Pages: Preview Full text. Sedangkan gangguan fungsi ginjal yaitu penurunan laju filtrasi glomerulus yang dapat digolongkan dalam kategori ringan, sedang dan berat Mansjoer, Gagal ginjal kronik merupakan kerusakan ginjal progresif yang berakibat fatal dan di tandai dengan uremia urea dan Limbah nitrogen lainnya yang beredar dalam darah serta komplikasinya jika tidak dilakukan dialysis atau transplantasi ginjal Nursalam.

Gagal ginjal kronik merupakan destruksi struktur ginjal yang progresif dan terus menerus. Corwin, Secara umum ditentukan klien datang dengan derajat 2 dan 3 atau datang dengan terminal stage bila menggunakan istilah CRF. Beban bahan yang harus dilarut menjadi lebih besar daripada yang bisa direabsorpsi berakibat diuresis osmotik disertai poliuri dan haus.

Selanjutnya karena jumlah nefron yang rusak bertambah banyak oliguri timbul disertai retensi produk sisa. Fungsi renal menurun, produk akhir metabolisme protein yang normalnya diekskresikan ke dalam urin tertimbun dalam darah. Terjadi uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh. Semakin banyak timbunan produk sampah, akan semakin berat. Gangguan Klirens Ginjal Banyak masalah muncul pada gagal ginjal sebagai akibat dari penurunan jumlah glomeruli yang berfungsi, yang menyebabkan penurunan klirens substansi darah yang sebenarnya dibersihkan oleh ginjal.

Penurunan laju filtrasi glomerulus GFR dapat dideteksi dengan mendapatkan urin jam untuk pemeriksaan klirens kreatinin. Menurut filtrasi glomerulus akibat tidak berfungsinya glomeruli klirens kreatinin akan menurunkan dan kadar kreatinin akan meningkat.

Selain itu, kadar nitrogen urea darah BUN biasanya meningkat. Kreatinin serum merupakan indicator yang paling sensitif dari fungsi karena substansi ini diproduksi secara konstan oleh tubuh. BUN tidak hanya dipengaruhi oleh penyakit renal, tetapi juga oleh masukan protein dalam diet, katabolisme jaringan dan luka RBC , dan medikasi seperti steroid. Retensi Cairan dan Ureum Ginjal juga tidak mampu untuk mengkonsentrasi atau mengencerkan urin secara normal pada penyakit ginjal tahap akhir, respon ginjal yang sesuai terhadap perubahan masukan cairan dan elektrolit sehari-hari, tidak terjadi.

Pasien sering menahan natrium dan cairan, meningkatkan resiko terjadinya edema, gagal jantung kongestif, dan hipertensi. Hipertensi juga dapat terjadi akibat aktivasi aksis rennin angiotensin dan kerja sama keduanya meningkatkan sekresi aldosteron.

Pasien lain mempunyai kecenderungan untuk kwehilangan garam, mencetuskan resiko hipotensi dan hipovolemia. Episode muntah dan diare menyebabkan penipisan air dan natrium, yang semakin memperburuk status uremik. Anemia Sebagai akibat dari produksi eritropoetin yang tidak adekuat, memendeknya usia sel darah merah, defisiensi nutrisi dan kecenderungan untuk mengalami perdarahan akibat status uremik pasien, terutama dari saluran gastrointestinal.

Pada gagal ginjal, produksi eritropoetin menurun dan anemia berat terjadi, disertai keletihan, angina dan sesak napas.

Ketidakseimbangan Kalsium dan Fosfat Abnormalitas yang utama pada gagal ginjal kronis adalah gangguan metabolisme kalsium dan fosfat. Kadar serum kalsium dan fosfat tubuh memiliki hubungan saling timbal balik, jika salah satunya meningkat, maka yang satu menurun. Dengan menurunnya filtrasi melalui glomerulus ginjal, terdapat peningkatan kadar serum fosfat dan sebaliknya penurunan kadar serum kalsium.

Penurunan kadar kalsium serum menyebabkan sekresi parathormon dari kelenjar paratiroid. Namun, pada gagal ginjal tubuh tak berespon secara normal terhadap peningkatan sekresi parathormon dan mengakibatkan perubahan pada tulang dan pebyakit tulang. Selain itu juga metabolit aktif vitamin D 1,dehidrokolekalsiferol yang secara normal dibuat di ginjal menurun. Penyakit Tulang Uremik Disebut Osteodistrofi renal, terjadi dari perubahan kompleks kalsium, fosfat dan keseimbangan parathormon.

Kelainan hemopoesis, dimanifestasikan dengan anemia a. Kelainan Saluran cerna a. Stomatitis uremia 5 Mukosa kering, lesi ulserasi luas, karena sekresi cairan saliva banyak mengandung 3.

Pankreatitis Berhubungan dengan gangguan ekskresi enzim amylase. Kelainan mata Kardiovaskuler : a. Hipertensi b. Pitting edema c. Edema periorbital d. Pembesaran vena leher e. Friction Rub Pericardial Kelainan kulit a.

Gatal Terutama pada klien dgn dialisis rutin karena: 1 Toksik uremia yang kurang terdialisis 2 Peningkatan kadar kalium phosphor 3 Alergi bahan-bahan dalam proses HD b. Kering bersisik Karena ureum meningkat menimbulkan penimbunan kristal urea di bawah kulit. Kulit mudah memar d. Kulit kering dan bersisik e. Kelemahan dan keletihan b. Konfusi c. Disorientasi d. Kejang e. Kelemahan pada tungkai f. Rasa panas pada telapak kaki g. Perubahan Perilaku Kardiomegali.

Tanpa memandang penyebabnya terdapat rangkaian perubahan fungsi ginjal yang serupa yang disebabkan oleh desstruksi nefron progresif. Gangguan fungsi pengaturan dan ekskresi; kelainan volume cairan dan elektrolit, ketidakseimbangan asam basa, retensi metabolit nitrogen dan metabolit lainnya, serta anemia akibat defisiensi sekresi ginjal. Hiperkalemia d.

Retensi atau pembuangan Natrium e. Hipermagnesia f. Hiperurisemia a. Poliuria, menuju oliguri lalu anuria b. Nokturia, pembalikan irama diurnal c. Berat jenis kemih tetap sebesar 1, d. Protein silinder e. Hilangnya libido, amenore, impotensi dan sterilitas Hipertensi Retinopati dan enselopati hipertensif Beban sirkulasi berlebihan Edema Gagal jantung kongestif Perikarditis friction rub Disritmia a.

Pernafasan Kusmaul, dispnea b. Edema paru c. Pneumonitis a. Anemia menyebabkan kelelahan b. Hemolisis c. Kecenderungan perdarahan d. Menurunnya resistensi terhadap infeksi ISK, pneumonia,septikemia a. Pucat, pigmentasi b. Perubahan rambut dan kuku kuku mudah patah, tipis, bergerigi, ada garis merah biru yang berkaitan Saluran cerna c. Nafas berbau amoniak c. Rasa kecap logam, mulut kering d. Stomatitis, parotitid 7 Metabolisme intermedier Neuromuskular e.

Gastritis, enteritis Perdarahan saluran cerna Diare Protein-intoleransi, sintesisi abnormal Karbohidrat-hiperglikemia, kebutuhan insulin c. Hiperfosfatemia, hipokalsemia Hiperparatiroidisme sekunder Osteodistropi ginjal Fraktur patologik demineralisasi tulang Deposit garam kalsium pada jaringan lunak sekitar sendi, pembuluh darah, jantung, paru-paru f. Konjungtivitis uremik mata merah F. Terapi Konservatif Perubahan fungsi ginjal bersifat individu untuk setiap klien Cronic renal Desease a.

CKD dan lama terapi konservatif bervariasi dari bulan sampai tahun. Tujuan terapi konservatif : a. Mencegah memburuknya fungsi ginjal secara profresi. Meringankan keluhan-keluhan akibat akumulasi toksi asotemia. Mempertahankan dan memperbaiki metabolisme secara optimal. Memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit. Prinsip terapi konservatif : Mencegah memburuknya fungsi ginjal. Hindari pembatasan ketat konsumsi protein hewani. Hindari proses kehamilan dan pemberian obat kontrasepsi.

Hindari instrumentasi dan sistoskopi tanpa indikasi medis yang kuat. Hindari pemeriksaan radiologis dengan kontras yang kuat tanpa indikasi medis yang kuat. Pendekatan terhadap penurunan fungsi ginjal progresif lambat 1 Kendalikan hipertensi sistemik dan intraglomerular. Terapi alleviative gejala asotemia 1 Pembatasan konsumsi protein hewani. Terapi simtomatik a. Komplikasi tranfusi darah : 1 Hemosiderosis 2 Supresi sumsum tulang 3 Bahaya overhidrasi, asidosis dan hiperkalemia 4 Bahaya infeksi hepatitis virus dan CMV 5 Pada Human Leukosite antigen HLA berubah, penting untuk rencana transplantasi ginjal.

B772-Y DATASHEET PDF

Askep ckd nanda nic noc | setzcns | Scoop.it

A skep ppok pdf to word, a skep ppok pdf converter, a skep ppok pdf editor, a skep ppok pdf to jpg, a skep ppok pdf reader, a skep ppok pdf download, a skep ppok pdf compressor, a skep ppok pdf merge, a skep ppok pdf to excel, a skep ppok pdf to doc, a skep ppok, laporan pendahuluan a skep ppok, contoh a skep ppok, a skep ppok nanda nic noc, a skep ppok pdf, a skep ppok sepsis,. About Me wagonrmod View my complete profile. Powered by Blogger. Askep Ppok Pdf.

LISE BOURBEAU ECOUTE TON CORPS PDF

Standar Asuhan Keperawatan Hemodialisa

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore.

BENAMI TRANSACTIONS PROHIBITION ACT PDF

Salinan terjemahan NANDA 2018-2020.pdf

Descubra todo lo que Scribd tiene para ofrecer, incluyendo libros y audiolibros de importantes editoriales. The kidneys regulate the balance of fluids and electrolytes and acid base by way of filtering the blood through the kidneys, selective reabsorbsi of water, electrolytes and non-electrolytes, as well as his excellence as a urinary mengekskresi. Chronic renal failureis a clinical syndrome caused by a decrease in kidney function that is chronically, lasting progressive and such. Chronic renal failure in accordance with the stages can be reduced, mild, moderate or severe. End stage kidney failure end stage renal failure is the stadium failing kidneys that can result in death unless a replacement therapy done Suhardjono, Chronic renal failure is characterized by a decrease in the rate of screening glumerulus GFR , so the increased blood urea levels, increase blood urea levels and increasing screening process by nefron undergoing hypertrophy, third charge that solut kemasing each of these tubules that are still functioning will be greater than the normal state William E, Based on some of the things above constituents interested in taking the title of "Nursing care of Chronic renal failure" in this paper.

ALEX BOTSARIS PDF

Laporan Pendahuluan Ckd

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore. Words: 5, Pages:

Related Articles